SERANGAN UMUM 1 MARET
KISAH DIBALIK SERANGAN UMUM 1 MARET Siaran radio antara dari Jakarta tanggal 18 Desember 1948 menyebutkan bahwa esok pagi, Wakil Tinggi Mahkota Belanda, Dr. Beel akan mengucapkan pidato yang penting. Sementara di kalangan militer Belanda tengah mempersiapkan pasukan untuk mengadakan serangan terhadap Indonesia , yang lebih kita kenal sebagai Agresi Militer Belanda II [1] , yang di pimpim oleh Jenderal Spoor. Operasi Gagak ( Operatie Kraai ) dilaksanakan oleh Belanda pada tanggal 19 Desember 1948 yang diawali dengan penerjunan pasukan di Pangkalan Udara Maguwo. Seiring dengan penyerangan oleh Belanda terhadap tentara Indonesia, tanggal 19 Desember 1948, WTM Beel berpidato di radio dan menyatakan, bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Persetujuan Renville. Kabinet yang dipimpim oleh Soekarno dan Moh. Hatta segera mengadakan siding dan yang menghasilkan keputusan bahwa pimpinan negara tetap tinggal dalam kota agar dekat dengan Komisi Tiga Negara (KTN) sehingga kontak-kontak...