ngBlog atau ngVlog?



ngBlog atau ngVlog?
Mendengarkan cerita orang lain merupakan salah satu hal yang bisa membuat mindset kita sedikit lebih terbuka. Otak kita menjadi lebih berwawasan, terutama mengenai masalah hati dan pikiran. Itu bukan hal sepele. Kata orang filsafat, itu adalah hal dasar yang dimiliki oleh seorang filsuf. Kemampuan dalam mengolah hati dan pikiran. Lalu bagaimana dengan menceritakan kisah kita pada orang lain?
Di dunia ini selalu ada dua sisi kehidupan, seperti mata uang. Satu sisi dan sisi lainnya memiliki gambaran yang berbeda. Termasuk pikiran manusia. Kita sering mendengar seorang teman membagikan kisahnya atau cerita tentang kehidupannya, baik itu sedih, senang, kehilangan atau mendapatkan sesuatu. Sebagian orang akan bilang bahwa itu adalah sikap pamer, sebagian yang lain itu justru dianggap sebagai hal positif karena merasa kisah itu memberikan kita beberapa gambaran dan sedikit mengajari kita untuk bersyukur. Bagian kedua ini memiliki konsep yang sama dengan apa yang di sampaikan di paragraf pertama tulisan ini.
Ada istilah Jawa yang menyatakan “urip iku wang sinawang” yang artinya kurang lebih, hidup itu saling melihat atau mengamati. Kita melihat orang lain dan orang lain juga melihat kita. Kenapa harus mempedulikan cibiran orang lain padahal mereka tidak tahu apa yang sebenarnya. Belajar dan ambil yang baik serta buang dan jadikan pembelajaran untuk hal buruk dari orang lain. Harus benar-benar mengetahiu kondisi yang sesungguhnya jangan hanya karena ”katanya” tapi kita buktikan baru kita bisa menilai baik dan buruknya.
Hal-hal yang demikian tadi yang sudah membuat saya menjadi orang yang suka membagikan cerita saya sendiri. Bukan untuk pamer apabila bahagia maupun mengais belas kasih saat sedih. Tapi berbagi pengalman dan kondisi. Saya berharap orang lain turut berbahagia dengan bahagia yang saya sampaikan. Begitupula saat sedih, orang-orang akan belajar dari kesalahan seperti yang saya lakukan dan segera memperbaikinya.
Untuk menuangkan segala macam hal ini, saya menjadi suka menulis. Saya tuliskan segala cerita hidup saya agar orang lain baca. Bisa melalui tulisan singkat atau cerita pendek atau sebagainya. Lalu muncul banyak pertanyaan. “kenapa tidak membuat cerita bergambar saja? Atau film pendek?” memang terlihat menarik. Saya menuliskan cerita saya bukan untuk memberikan hiburan atau menyenangkan orang lain. Tapi saya ingin membagi perasaan saya, dan pengalaman saya kepada mereka yang benar-benar memiliki perasaan yang sama dengan saya.
Saya sendiri adalah orang yang lebih suka membaca daripada menonton. Saya memiliki alasan pribadi untuk ini. Bagi saya, saat orang membaca sebuah tulisan yang isinya kurang lebih sama dengan yang mereka alami, mereka akan cenderunng lebih peka. Karena merasa apa yang dia baca adalah kodisinya saat ini dengan membayangkan “aku” dalam tulisan itu adalah diri mereka sendiri. Sedangkan saat orang melihat sebuah tayangan film yang dimana aktornya adalah orang lain, maka mereka seperti melihat kondisi orang lain (yaitu si aktor) dan tidak menjadikan pengalaman pribadi bagi si penonton.
Saya juga senang membuat sebuah percakapan atau tulisan tulisan interaktif yang mengajak seseorang untuk membagikan ceritanya, baik itu cerita bahagia atau cerita sedih. Bukan karena saya  kepo atau ikut campur urusan orang lain, tapi karena saya sendiri merasa bahwa ketika kita memiliki pengalaman/cerita yang harus dibagikan kita mencari seseorang yang mau mendengarkan (membaca) cerita kita. Kembali lagi, buakn untuk cari perhatian, tapi saling berbagi dan berharap jika itu sulit kita bisa mendapat sebuah solusi. Kemudian, reaksi orang-orang kepada saya kembali lagi. “Kenapa tidak buat video blog saja? Seperti di youtube dengan membalas Q&A dari responden?” Tidak!!! Saya bukan tipe orang yang suka memampangkan wajah saya di muka umum. (tidak tahu nanti :v). Jika saya membuat video, maka muka sayalah yang nantinya banyak masuk di rekamann itu, itu membuat kisah asli dari si responden kurang “ngena” menurut saya.
Bahkan dari tulisan yang saya buat ini akan ada dua reaksi, yaitu mengiyakan isi tulisan ini atau tidak setuju. Itu merupakan hal wajar yang akan saya terima. Saya sadar betul bahwa setiap orang memiliki privasi di setiap hidupnya maka dari itu saya harap teman-teman juga dapat menjaga privasi orang-orang disekitar kalian. Saling menutupi aib itu hal yang baik. Kembali lagi, bahwa tulisan ini adalah sebuah opini dari saya selaku penulis. Kalian boleh saja menerima atau mengabaikan tulisan saya. Pastinya saya akan menerima segala kritik yang membangun dan alasan-alasan yang masuk akal untuk membuat diri saya menjadi lebih baik. Santai saja saya bukan orang yang anti kritik, tapi juga bukan malaikat yang tidak memili rasa marah. Dengan adanya tulisan ini adalah untuk mengawali sebuah blog yang nantinya akan saya isi dengan tulisan tulisan, baik itu ilmiah maupun sastra dan sekedar basa basi seperti ini.
Ingat, tujuan saya bukan untuk menghibur atau menyenangkan orang lain, jadi kalau tidak  menghibur jangan salahkan saya wkwk
Terimakasih karena sudah mampir.

Yours,

YS Pevensie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERANGAN UMUM 1 MARET