BELAJAR MEMAHAMI INDONESIA
Sebuah perenungan untuk mengingat kembali sejarah perjuangan dan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Dirgayahu RI ke-74
NKRI Harga Mati!!!
Belajar Memahami Indonesia
Oleh : Akhir Yuliana S
Tepat
74 tahun lalu,
pada
malam yang biasa saja,
Bung
Karno,
Bung
Hatta,
Dengan
tokoh lainnya, mendikte sepotong kertas,
Menahbiskan
perasanan dalam tata kata,
Merumus
buah pikir dalam prakarsa,
Menyirat
asa dalam lukisan tinta.
Sebuah
rangkaian kata lantang tercipta,
dengan
getaran aksara tanpa takhta.
Menggema,
Membumi,
Menggetarkan
jiwa.
Atas
semua itu, berjayalah Indonesia.
--
Indonesia
sudah merdeka!
Dengarkan
Aku!
Indonesia
benar-benar sudah merdeka!
Diriku
adalah putera bangsa,
Dirimu
adalah putera bangsa,
Dan
kita adalah Indonesia.
Mulai
hari ini kita akan memegang amanah besar,
Melunaskan
janji kemerdekaan yang sejati.
Kemerdekaan
memang membebaskan dekapan.
Tapi
darah-darah yang meresap ke rongga tanah,
Tulang-tulang
yang terurai mengakar bumi,
Dan
nama-nama itu, orang-orang itu,
kini
hanya sebatas sketsa motif hiasan dinding sekolahku,
Kata
Kakekku, Aku harus menyebut mereka Pahlawan.
--
74
tahun Indonesia merdeka.
Sudah
tuntaskah janji kemerdekaan yang dulu digemakan?
Kini,
Aku melihat Bangsaku hanya sebongkah kotak pandora.
Aku
melihat Foto Sudirman, Panglima besar Tentara Nasional Indonesia.
Bung
Tomo, patriot bangsa penggagas “Merdeka atau Mati!”
Pangeran
Diponegoro, putra Mataram pemimpin “Perang Jawa”
Berjajar
di atas jendela kelas, menangis, meratapi Bangsanya sendiri,
Kudengar
lirih keluh mereka,
“Sia-siakah
nyawa yang aku sumbangkan untuk berdirinya Indonesia?”
--
Saudara-saudara
sekalian,
Apakah
kalian lupa, makna “Bhineka Tunggal Ika”?
Sehingga
darah tak henti-hentinya ditumpahkan perkara berbeda.
Ratusan
burung gagak berbaris menebar pilu,
Menanti
satu demi satu rakyat yang mati, sebab tak serupa.
Wahai
saudaraku mengertikah bahwa itu adalah kesalahan besar atas kehancuran bangsamu?
Bukankah
kita dilahirkan di atas tanah yang sama,
Bukankah
kita dilahirkan di bawah langit gemintang yang sama.
Bukankah
kita mempunyai satu ibu yang sama
Ibu
Pertiwi, yang senantiasa merawatmu tanpa meminta.
Ingat
saudaraku, Indonesia adalah negara berketuhanan,
Jangan
sampai rakyatnya berperilaku seperti orang bunian.
Indonesia
adalah negara berkemanusiaan,
Jangan
sampai rakyatnya bertindak tidak adil dan serampangan.
Indonesia
adalah satu, tanpa sekat dan tanpa jeda.
Tak
memandang warna kulitmu,
Dari
keluarga apa kamu dilahirkan,
Dan
di mana kamu dibesarkan.
Sebab
kemerdekaan bulanlah tanda untuk berhenti berjuang,
Tapi
tanda untuk berjuang lebih keras.
Sebab
kemerdeoaan bukanlah sekedar ritual belaka,
Tapi
ajang membangun bangsa.
--
Saudara-saudaraku,
Malam
ini kita berkumpul bersama di sini,
Mari
bergandeng tangan, merajut asa untuk memperjuangkan Indonesia,
Membangun
dunia, dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.
Kita
belum Hidup di bawah sinar purnama, kita masih hidup di masa pancaroba,
Tetaplah
bersemnagat Elang Rajawali
Indonesia
menantimu, mewujudkan cita-cita kita bersama
74
Tahun Menuju Indonesia Unggul
Merdeka!
Merdeka!
Komentar
Posting Komentar